Senin, 10 September 2018

[Review] His Wife






Judul buku           : His Wife
Penulis                 : Auroragong-Ju
Penerbit               : Lokamedia
Cetakan               : Pertama, Februari 2018
Tebal                   : 465 halaman
ISBN                   : 978-602-5509-08-7
 


Jena masih setia dalam diamnya, walau hatinya terus bergemuruh. Dia sangat berharap dan menantikan lanjutan kalimat Kevin yang tersendat-sendat. Namun, harapan itu bergeser dengan kekecewaan (Hlm 424).

***

Kehidupan bahagia setelah pernikahan merupakan impian semua orang. Namun bagaimana jika impian itu tidak terwujud? Padahal ikrar pernikahan bukan perkara main-main. Mengakhiri hubungan juga bukan keputusan yang bijak.

Novel ini mengisahkan tentang Jena yang berprofesi sebagai perancang baju pernikahan dan Kevin yang konglomerat. Awal pertemuan mereka adalah keisengan beberapa orang. Atasan Jena, Renata, mendaftarkan Jena sebagai salah satu peserta dari sayembara pencarian jodoh.

Sedangkan Papa Kevin, membuat sayembara pencarian jodoh dengan Kevin sebagai subjeknya. Keisengan itu mengantarkan Jena dan Kevin untuk bertemu. Hingga beberapa kejadian, justru memantapkan Kevin untuk meminang Jena.

Acara lamaran resmi baru saja selesai dilaksanakan. Orang tua Kevin dan saudara yang ikut dalam lamaran itu terlihat masih nyaman berbincang dengan keluarga Jena (Hlm. 127).

Semula, kehidupan Jena dan Kevin berjalan normal dan baik-baik saja. Tapi hadirnya Hera, perempuan masa lalu Kevin mengoyahkan pernikahan mereka. Jena pun mencari tahu tentang Hera ke sahabat Kevin, Angga. Namun jawaban Angga di luar perkiraan Jena.

“Kenapa kamu meributkan masa lalu? Kamu juga punya masa lalu, kan? Kamu juga punya mantan, kan? Kevin tidak pernah meributkannya bukan?” Jawaban Angga itu membuat Jena tersentak (Hlm. 250).

Di tengah kekhawatiran Jena, ia harus hamil dengan berbagai macam beban pikiran. Demi menenangkan diri dari masalah, Jena semakin sering kabur-kaburan dari rumah.

Novel dengan alur maju ini membius pembaca untuk terus mengikuti kerumitan Jena dan Kevin sampai akhir. Plot yang tak terduga membuat pembaca terpikat di halaman pertama membaca. Dengan gaya bahasa renyah membuat kisah mudah dipahami.

Selain itu, banyak pesan tersirat yang penulis sampaikan. Mengenai kehidupan pernikahan yang berliku. Permasalahan rumah tangga yang ada seharusnya dihadapi dengan kepala dingin. Tentang belajar dari masa lalu, kesempatan memperbaiki dan hubungan yang harus dipertahankan.

Kamis, 01 Juni 2017

[Review] Misteri Kaus Kaki yang Hilang




Judul               : Misteri Kaus Kaki yang Hilang
Penulis             : Dinu Chan, Fajriatun Nur & Kayla Mubara
Penerbit           : Pro-Kids
Cetakan           : Pertama, November 2016
Tebal               : 112 Halaman
ISBN               : 978-602-744-923-7

Pendidikan moral adalah tangga untuk anak mencapai kesuksesan. Tak heran jika banyak buku yang mengangkat tema moralitas secara ekplisit. Pentingnya pendidikan moral lewat cerita memang sangat bermanfaat untuk meningkatkan pembangunan di masa depan.

Buku ini mengemas sepuluh cerita asyik yang dipaparkan dengan bahasa renyah. Dibuka oleh cerita berjudul Janji Rani oleh Dinu Chan, penulis mengajak pembacanya menyelami kehidupan Rani. Gadis kelas empat sekolah dasar yang kesulitan dalam finansial. Demi memenuhi kebutuhan sekolah, Rani sering berutang pada teman-temannya. Hingga Rani malu sendiri dan tidak berangkat sekolah. Tapi dia takut jika nanti ditanya soal uang-uang yang telah dipinjamnya. Hal ini membuat Rani lebih memilih dir rumah (Halaman 13).

Selain itu, ada juga cerita berjudul Koleksi Devi oleh Fajriatun Nur. Mengisahkan tentang tugas sekolah Devi untuk membawa barang koleksi pribadi. Devi merasa malu karena barang koleksinya adalah buku dan kalah dengan koleksi teman-temannya. Tapi, siapa sangka kalau koleksi Devi pada akhirnya disukai seluruh anak di kelasnya.

Tak hanya kisah menghibur itu, ada cerita berjudul Sandi Pemberi Hadiah oleh Kayla Mubara yang mengusung tema teka-teki. Mengisahkan Akbar yang mendapatkan tugas memecahkan sandi. Sandi ini ternyata tidak mudah dan membingungkan bagi Akbar. Berhasilkan Akbar memecahkannya?
Buku ini dituliskan oleh tiga penulis yang sama-sama menyelipkan nilai moral tanpa menggurui. Selain dengan kisah yang indah, buku ini juga ada ilustrasi keren. Anak-anak dapat berlatih peka pada kondisi sekelilingnya.

Ada juga cerita lainnya yang tak kalah seru. Seperti, Pohon Mangga Abah Somad, Ratu Gossip dan Kacang Bawang Saisa. Banyak pelajaran yang bisa dipetik dari cerita ini, misalkan jangan rendah diri karena melihat teman lain lebih hebat, hati-hati memilih jajanan dan berperilaku jujur.

Sebuah buku anak yang sarat makna, cocok dimiliki siapa saja. Terdapat juga pesan moral dan tips memilih jajanan sehat di akhir bab membuat buku ini lebih unik dari buku lainnya.

 

Rabu, 31 Mei 2017

[Review] Luka Dalam Bara


Luka Dalam Bara


Judul               : Luka Dalam Bara
Penulis             : Bernard Batubara
Penerbit           : Noura Books
Terbit               : Cetakan pertama, Maret 2017
Tebal               : 108 Halaman
ISBN               : 978-602-385-232-1


Kamu, adalah kenyataanku, yang lebih indah dari ribuan mimpi-mimpiku (Hlm 9).

Luka Dalam Bara merupakan buku karya Bernard Batubara. Seorang penulis yang terkenal dengan novel romansanya. Banyak penggemar yang menyukai tulisannya karena sesuai dengan fragmen kehidupan. Tak heran, jika buku ini bahkan menjadi sorotan tersendiri bagi dunia literasi. Buku ini berisi curhatan penulis tentang serangkaian perasaan yang dibuat menjadi lisan dan beragam bentuk cinta.

Perkara cinta memang selalu asyik untuk dibahas. Setiap orang pasti menginginkan hubungan cintanya bisa berakhir ke pelaminan. Namun tentu saja tidak semua cinta berakhir bahagia. Jika bukan jodoh, tentu saja ada pelbagai rintangan. Hari ini, seminggu setelah aku dan dia menghabiskan waktu bersama, dia memutuskan untuk pergi. Seseorang lain yang tidak mengerti rasa cinta menjemputnya, membawanya jauh dariku (halaman 25).

Dalam sebuah hubungan pun ada juga fase saling bertengkar. Karena ego kedua belah pihak yang menginginkan hal berbeda. Tentu saja hal ini wajar karena dua kepala memiliki dua pemikiran yang berbeda. Namun semuanya bisa berakhir damai jika salah satu mengalah.

Bukan hanya sekadar kalimat indah, penulis pun membagikan sepenggal cerita nyata kehidupannya. Ketika penulis bertengkar dengan kekasihnya dengan inisial J karena ego. Diselamatkan oleh benda mati. Namun penulis bersyukur bahwa hubungannya bisa bertengkar. Kamu adalah kesehatanku. Kamu adalah penyembuhku (halaman 45).

Membaca buku ini, kita akan belajar bahwa dalam hubungan itu harus kedua belah pihak berjuang untuk bersama, saling menguatkan dan memberi kenyamanan. Selain itu penulis juga memaparkan bagaimana romantisme tanpa terkesan negatif. Misalnya, saat penulis meminta sang kekasih untuk membubuhkan tanda tangan pada buku hadiah ulang tahun.

Sebuah buku yang dipaparkan dengan gaya bahasa renyah dan menyenangkan. Juga ilustrasi ciamik yang mempercantik isi buku ini. Selain membahas tentang menjaga hubungan, kisah ini dilengkapi dengan kalimat-kalimat mellow dan tips untuk melihat segala permasalahan dari sudut pandang positif.

Banyak pesan moral tesirat yang bisa diambil setelah membaca buku ini. Serta semakin menyadari pentingnya menjaga sebuah perasaan. Karena menghargai perasaan berarti menghargai diri sendiri.



5 Quote Favorite

1.      Sesuatu yang membuatku mencintai seorang begitu lama adalah, karena garis waktuku dengannya selalu bersaling-silang. Belum benar-benar bertemu pada garis dalam alur yang sama. Semakin lama waktu yang terulur, cinta semakin dalam terpancang. (halaman 53)

2.      Nanti saja, aku ingin menikmati perasaan ini. Aku ingin meresapi jatuh cinta sekali lagi denganmu. (halaman 70)

3.      “Cinta adalah menyembunyikan rasa sakitmu demi kesembuhan orang yang kamu cintai. Menutupi kekhawatiranmu demi ketenangan orang yang kamu cintai. Dan, membiarkan semesta merawatmu saat kamu merawat orang yang kamu cintai.” (halaman 75)

4.      Saat itu juga dia dan aku mengerti, satu-satunya cara menenangkan dan menumbuhkan cinta adalah berdamai dengan kecemburuan. (halaman 80)

5.      Satu malam lagi telah tercatat dengan baik dalam benak dan hatiku. Malam bersamamu. Musik, nyanyian, gudeg, dan suasana malam di kota cinta. (halaman 98)




Visual Post Mengenai Luka






Di sinilah kita berdua. Saling menatap dan menerka tentang rasa yang pernah ada. Di antara kemacetan lalu lintas, peluh dan halte bus yang semakin sesak oleh penunggu setia, kamu tersenyum menanyakan kabar tentangku. Aku bahkan memilih diam. Takut untuk membuka suara. Sebab hanya rindu kata yang tepat untuk menggambarkan tentangmu. Tentang kita. Tentang hubungan lima tahun yang dulu terjalin. Dulu.

Kalau waktu bisa diputar, aku ingin menggenggam tanganmu sekali lagi. Meyakinkanmu bahwa akulah orang yang kamu cari. Namun yang kulihat sekarang adalah cincin melingkar di jemari manismu. Batas antara aku dan kamu.

Aku tidak akan mencoba kembali membangkitkan masa lalu. Karena aku sadar, kita adalah sisa perasaan dari perjalanan dengan akhir menyedihkan.
 
Dari seluruh penunggu bis Jakarta, kita bertemu.

Dari seluruh lelaki di Ibukota, aku menemukanmu.

Dari seluruh wanita di dunia, kamu menemukannya.

Pertemuan kita hanyalah pengingat. Bahwa cinta kita telah lama habis terbakar ego.