Senin, 16 Januari 2017

Dark Memory


Judul                : Dark Memory
Penulis             : Jack Lance
Penerbit           : Bhuana Ilmu Populer
Cetakan           : Pertama, 2016
ISBN               : 978-602-394-368-5

Blurb
"Monster itu merentangkan sayapnya. Mengangkat tubuhnya dan terbang. Ia menjadi mangsa makhluk itu; ia diambil oleh kekuatan gelap. Semakin tinggi, semakin tinggi lagi ia berada di langit gelap. Ia mengira monster itu akan membawanya keluar dunia dan masuk ke dalam tempat persembunyiannya, ke dalam sarangnya, di mana tulang-tulangnya akan membusuk di antara sisa-sisa mangsa lainnya.
Sebuah novel karya Jack Lance, penulis novel thriller bestseller
asal Belanda ini, akan membuat Anda tak bisa melepaskan diri dari
lembaran-lembaran yang mencekam, dan akan memaksa Anda untuk
menyelesaikan sampai akhir!"



***

Monster itu merentangkan sayapnya. Mengangkat tubuhnya dan terbang. Ia mejadi mangsa makhluk itu; ia diambil oleh kekuatan gelap. Semakin tinggi, semakin tinggi lagi ia berada di langit gelap. Ia mengira monster itu akan membawanya keluar dunia dan masuk ke dalam tempat persembunyiannya, ke dalam sarangnya, di mana tulang-tulangnya akan membusuk di antar sisa-sisa mangsa lainnya (Hlm 197-198).

***

Seakan hidupnya baru dimulai hari ini, dan segala yang ada sebelum hari ini adalah mimpi buruk. Terkadang kenyataan dan mimpi sulit sekali untuk dibedakan (hlm. 85)


Jonathan Lauder kembali bertemu Rachel Saunders setelah kekasihnya tersebut lama menghilang. Fakta yang menyedihkan adalah Rachel kehilangan sebagian ingatannya sehingga tidak bisa menjelaskan ke mana saja selama ini. Namun, Jonathan tetap berterima kasih kepada pasangan suami istri Stephen dan Ellen Mackenzie yang telah membantu mengurus Rachel, meski sebelumnya 
Stephen hampir saja menabrak Rachel yang luntang lantung di jalan.

Di lain sisi, Rachel sendiri mulai merasa bingung karena tidak mampu mengingat beberapa hal. Bahkan dia sampai kaget ketika Jonathan menceritakan alasan dia berada di Skotlandia karena menghadiri pemakaman sahabatnya, Jenny Dougal. Ia baru saja diberi tahu bahwa sahabatnya sudah meninggal dan sudah dimakamkan, dan bahwa ia hadir pada acara pemakamannya dan menyampaikan pidato dan sekarang ia tidak bisa mengingat apa pun tentang itu semua (hlm 67).

Namun ingatan dalam kepala Rachel mengatakan sebaliknya. Bahwa Jenny masih hidup dan menunggu untuk diselamatkan. Rachel berusaha meyakinkan hal tersebut ke Jonathan. Petualangan mereka dimulai. Membongkar ingatan-ingatan Rachel lebih dalam sebelum Jenny meninggal.

Mengantarkan mereka ke dalam banyak daftar nama. Lester Cumming, pacar Jenny yang agak brutal. Sehingga Rachel selalu mencegah Jenny berhubungan dengannya. Lorene, pemilik penginapan The Old Wheel, yang seharusnya menjadi tempat penginapan Rachel. Grace Dougal, orangtua Jenny. Frances Deckers, orangtua dari kasus anak hilang yang sedang Jenny urus. John Collins, narasumber yang pernah Jenny wawancarai.

Baca juga: Review The Day You Died-Jack Lance

Semua memiliki informasi yang dibutuhkan Rachel dan Jonathan. Namun alih-alih menemukan Jenny, Rachel akhirnya ikut hilang setelah menginap di Ardrough House. Jonathan meyakini bahwa Rachel diculik oleh sesuatu karena pintu rusak. Demi menemukan kekasihnya kembali, Jonathan meminta bantuan Stephen Mackenzie. Namun, sesuatu yang jahat menunggu mereka, membahayakan Rachel pula. Hingga akhirnya Jonathan sadar, Rachel dan Jenny memiliki rahasia. Itu berarti Rachel dan Jen ternyata saling menyimpan rahasia antara satu sama lain (Hlm 281).

Membaca novel ini membuat aku merasakan gejolak dan getar ketakutan seperti Rachel. Ikut berdebar pula ketika memasuki tahap pencarian, ketika Rachel menganggap Jenny masih hidup. Di buku ini, Jonathan yang sering menggiring pembaca mengenal masa lalu Rachel. Sehingga apa pun yang terjadi sebelum Rachel hilang ingatan, pembaca tetap bisa mengerti alur ceritanya.

Menguak informasi mengerikan tentang masa lalu. Sudut pandang pun berubah-ubah oleh beberapa orang. Namun, sudut pandang Rachel dan Jonathan mendominasi hingga terbentuk cerita utuh. Alur yang maju-mundur membuat pembaca mengenal tiap tokoh lebih dalam. Kecuali, untuk plot yang lebih mudah ditebak dan beberapa typo yang sedikit menganggu.

Namun lepas dari kekurangannya, buku ini dipaparkan dengan gaya bahasa yang renyah. Penulis berhasil memikat pembaca dengan ide cerita luar biasa. Suasana menegangkan, penuh misteri dan mendebarkan berhasil dirajut oleh penulis.

Sebagaimana khas karya Jack Lance, novel ini juga menyuguhkan alur cepat dan penggambaran adegan detail sehingga bisa dibayangkan. Kakinya mematahkan ranting-ranting pohon lagi, dan ia mengutuki dirinya sendiri karena membuat begitu banyak suara. Tetes hujan menusuk matanya (hlm 286).

Beberapa pembelajaran yang bisa dipetik setelah membaca novel ini adalah, penulis mengingatkan pembaca tentang masalah berdamai dengan masa lalu yang buruk dan berani meraih hari. Di mana batas antara mimpi dan kenyataan?  Tanpa disadari, batas itu sudah kaulewati. Kau meninggalkan dunia lain dibelakangmu. Kau menjadi sadar akan sekelilingmu dan dirimu sendiri. Kau adalah matahari yang menepis kegelapan (hlm. 338).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar