Judul :
Dark Memory
Penulis :
Jack Lance
Penerbit : Bhuana Ilmu Populer
Cetakan :
Pertama, 2016
ISBN :
978-602-394-368-5
Blurb
"Monster itu
merentangkan sayapnya. Mengangkat tubuhnya dan terbang. Ia menjadi
mangsa makhluk itu; ia diambil oleh kekuatan gelap. Semakin tinggi,
semakin tinggi lagi ia berada di langit gelap. Ia mengira monster itu
akan membawanya keluar dunia dan masuk ke dalam tempat persembunyiannya,
ke dalam sarangnya, di mana tulang-tulangnya akan membusuk di antara
sisa-sisa mangsa lainnya.Sebuah novel karya Jack Lance, penulis novel thriller bestseller
asal Belanda ini, akan membuat Anda tak bisa melepaskan diri dari
lembaran-lembaran yang mencekam, dan akan memaksa Anda untuk
menyelesaikan sampai akhir!"
***
Monster
itu merentangkan sayapnya. Mengangkat tubuhnya dan terbang. Ia mejadi mangsa
makhluk itu; ia diambil oleh kekuatan gelap. Semakin tinggi, semakin tinggi
lagi ia berada di langit gelap. Ia mengira monster itu akan membawanya keluar
dunia dan masuk ke dalam tempat persembunyiannya, ke dalam sarangnya, di mana
tulang-tulangnya akan membusuk di antar sisa-sisa mangsa lainnya (Hlm 197-198).
***
Seakan
hidupnya baru dimulai hari ini, dan segala yang ada sebelum hari ini adalah
mimpi buruk. Terkadang kenyataan dan mimpi sulit sekali untuk dibedakan (hlm.
85)
Jonathan Lauder kembali bertemu Rachel Saunders
setelah kekasihnya tersebut lama menghilang. Fakta yang menyedihkan adalah
Rachel kehilangan sebagian ingatannya sehingga tidak bisa menjelaskan ke mana
saja selama ini. Namun, Jonathan tetap berterima kasih kepada pasangan suami
istri Stephen dan Ellen Mackenzie yang telah membantu mengurus Rachel, meski
sebelumnya
Stephen hampir saja menabrak Rachel yang luntang lantung di jalan.
Di lain sisi, Rachel sendiri mulai merasa bingung
karena tidak mampu mengingat beberapa hal. Bahkan dia sampai kaget ketika
Jonathan menceritakan alasan dia berada di Skotlandia karena menghadiri
pemakaman sahabatnya, Jenny Dougal. Ia
baru saja diberi tahu bahwa sahabatnya sudah meninggal dan sudah dimakamkan,
dan bahwa ia hadir pada acara pemakamannya dan menyampaikan pidato dan sekarang
ia tidak bisa mengingat apa pun tentang itu semua (hlm 67).
Namun ingatan dalam kepala Rachel mengatakan
sebaliknya. Bahwa Jenny masih hidup dan menunggu untuk diselamatkan. Rachel
berusaha meyakinkan hal tersebut ke Jonathan. Petualangan mereka dimulai.
Membongkar ingatan-ingatan Rachel lebih dalam sebelum Jenny meninggal.
Mengantarkan mereka ke dalam banyak daftar nama.
Lester Cumming, pacar Jenny yang agak brutal. Sehingga Rachel selalu mencegah
Jenny berhubungan dengannya. Lorene, pemilik penginapan The Old Wheel, yang seharusnya
menjadi tempat penginapan Rachel. Grace Dougal, orangtua Jenny. Frances
Deckers, orangtua dari kasus anak hilang yang sedang Jenny urus. John Collins,
narasumber yang pernah Jenny wawancarai.
Baca juga: Review The Day You Died-Jack Lance
Baca juga: Review The Day You Died-Jack Lance
Semua memiliki informasi yang dibutuhkan Rachel dan
Jonathan. Namun alih-alih menemukan Jenny, Rachel akhirnya ikut hilang setelah
menginap di Ardrough House. Jonathan meyakini bahwa Rachel diculik oleh sesuatu
karena pintu rusak. Demi menemukan kekasihnya kembali, Jonathan meminta bantuan
Stephen Mackenzie. Namun, sesuatu yang jahat menunggu mereka, membahayakan
Rachel pula. Hingga akhirnya Jonathan sadar, Rachel dan Jenny memiliki rahasia.
Itu berarti Rachel dan Jen ternyata
saling menyimpan rahasia antara satu sama lain (Hlm 281).
Membaca novel ini membuat aku merasakan gejolak dan
getar ketakutan seperti Rachel. Ikut berdebar pula ketika memasuki tahap pencarian,
ketika Rachel menganggap Jenny masih hidup. Di buku ini, Jonathan yang sering
menggiring pembaca mengenal masa lalu Rachel. Sehingga apa pun yang terjadi
sebelum Rachel hilang ingatan, pembaca tetap bisa mengerti alur ceritanya.
Menguak informasi mengerikan tentang masa lalu.
Sudut pandang pun berubah-ubah oleh beberapa orang. Namun, sudut pandang Rachel
dan Jonathan mendominasi hingga terbentuk cerita utuh. Alur yang maju-mundur
membuat pembaca mengenal tiap tokoh lebih dalam. Kecuali, untuk plot yang lebih
mudah ditebak dan beberapa typo yang sedikit menganggu.
Namun lepas dari kekurangannya, buku ini dipaparkan
dengan gaya bahasa yang renyah. Penulis berhasil memikat pembaca dengan ide
cerita luar biasa. Suasana menegangkan, penuh misteri dan mendebarkan berhasil
dirajut oleh penulis.
Sebagaimana khas karya Jack Lance, novel ini juga
menyuguhkan alur cepat dan penggambaran adegan detail sehingga bisa
dibayangkan. Kakinya mematahkan
ranting-ranting pohon lagi, dan ia mengutuki dirinya sendiri karena membuat
begitu banyak suara. Tetes hujan menusuk matanya (hlm 286).
Beberapa pembelajaran yang bisa dipetik setelah
membaca novel ini adalah, penulis mengingatkan pembaca tentang masalah berdamai
dengan masa lalu yang buruk dan berani meraih hari. Di mana batas antara mimpi dan kenyataan? Tanpa disadari, batas itu sudah kaulewati.
Kau meninggalkan dunia lain dibelakangmu. Kau menjadi sadar akan sekelilingmu
dan dirimu sendiri. Kau adalah matahari yang menepis kegelapan (hlm. 338).


Tidak ada komentar:
Posting Komentar