Kamis, 02 Februari 2017

[Review] Melakukan Travelling dan Menjalani Bisnis Secara Bersamaan




Judul                    : Laris Manis Bisnis Wisata Halal
Penulis                 : Cheriatna
Tebal                    : 80 halaman

“Jangan lakukan hal yang sama untuk dapatkan hasil berbeda,” begitu kata Cheriatna (halaman 27). Ini adalah nasihat dari seorang yang berhasil mewujudkan mimpinya untuk berwirausaha sambil menjelajah dunia kepada pembaca yang memulai usaha travelling. Sejatinya, manusia pasti membutuhkan jalan-jalan dengan berbagai alasan, maka kata Cheriatna sangat disayangkan orang-orang yang memutuskan tidak membuka usaha bisnis wisata.

Saat ini, memiliki bisnis sendiri adalah impian semua orang. Tak heran jika tiap tahunnya selalu saja muncul wirausahawan baru. Namun tentu saja selalu ada risiko antara untung dan rugi. Buku Laris Manis Bisnis Wisata Halal yang dituliskan oleh Cheriatna ini bisa dijadikan pemicu semangat merintis bisnis wisata. Terkenal dengan bisnis wisata halalnya, Cheriatna berbagi pengalamannya.
Berawal dari keinginan naik pesawat sampai terbawa mimpi saat tidur. Cheriatna berhasil berwujudukan hal tersebut dengan belajar dan bekerja dengan tekun. Saat masih bujang tahun 1998, saya diberi kesempatan menimba ilmu dan pengalaman di Jepang selama 8 tahun dalam sebuah program Noogyou Keshuu (halaman 5). Tak berhenti sampai situ, penulis juga melakukan perjalanan ke negeri lain secara gratis.

Penulis bahkan sudah mempertimbangkan usaha yang akan dijalaninya. Terbukti dengan paparan lengkap dari setiap halaman tentang statistik wisata halal yang akan dijalani. Trend wisata memang tidak ada matinya, pernyataan ini didukung dengan  grafik peningkatan travelling tiap tahunnya. Terutama di tahun 2014 bisa mencapai 116 juta dan masih diperkirakan meningkat terus. Bukan hanya berfokus di negara muslim, bahkan di seluruh luar negeri yang mayoritas non muslim.

Bisnis wisata halal ditargetkan untuk orang yang ingin menikmati berbagai jenis destinasi dengan mengutamakan kehalalannya. Dari jenis makanan, minuman, kegiatan sampai memberikan informasi mesjid secara detail. Tak heran, bisnis Cheria Wisata sampai mendapatkan anugerah Wisata Halal 2016.  Paket yang disajikannya pun lebih beragam.

Penulis juga memaparkan empat tips untuk memulai usaha yakni; tekad, pengalaman, perhitungan biaya operasional dan pendapatan yang diinginkan. Empat hal itu ternyata menjadi landasan  penting dan saling berkesinambungan. Kamu cukup punya tekad  yang kuat sebagai modal awal. Modal tekad yang kuat ini akan menjadi sumbu penyemangat saat menemui tantangan di tengah perjalanan bisnis (halaman  22). Ketika dirasa tekad sudah cukup, lanjut ke tahap berikutnya. Setelah itu promosikan.

Promosi bukan hanya di dunia nyata, penulis merekomendasikan untuk mendigitalkan bisnis wisata yang telah kita geluti. Tersadar dari kemajuan teknologi dan era globalisasi maka tak perlu dipertanyakan pentingnya sebuah usaha dengan ranah promosi digital. Saat ini mayoritas pembelian tour adalah lewat online artinya kalau kita tidak melalui online mak siap-siap bisnis kita akan ditinggalkan orang, online ini bisa lewat mesin pencari google atau lewat sosial media (halaman 25). Promosi bisa dilakukan lewat Facebook Ads, menjual aplikasi di google play store, blog dan google adwords.

Tidak ada usaha tanpa kerugian. Kalimat ini ternyata disadari oleh penulis. Di mana dia pernah mengalami kendala tidak tercapai target seperti yang diharapkannya. Alih-alih kecewa, dengan pengalamannya dan belajar pengalaman orang lain, Cheriatna mencari solusi yang lebih elegan, yakni dengan konsorsium market dengan travel lain agar sesuai target. Semua bisa terkendali dan terlaksana untuk kedua pihak. Maka tak heran, artis sekelas Pevita Pearce bahkan menggunakan jasa bisnis ini saat pergi ke Turki.

Sama seperti jenis usaha pada umumnya, penulis juga merasakan komplein layanan. Tentu saja semua konsumen ingin mendapat pelayanan dengan kualitas terbaik. Hal itu disadari dan dipahami penulis sebagai tindakan manusiawi, maka tanggapan pun menjurus ke hal baik dan berjanji akan memberikan kualitas lebih prima. Namun ada masa ketika penulis mendapatkan konsumen yang mengancam, memeras bahkan komplein lewat media sosial. Ganasnya media sosial dan bisa disalahgunakan tentu saja menjadi ancaman tersendiri untuk wirausahawan. Berkat kepala dingin, penulis berhasil memadamkan prasangka dan komplein negatif tersebut. Pernah jasa saya diberikan berita negatif disebuah portal online nasional, jurus saya waktu itu adalah mendatangi kantornya dan meminta hak jawab sekaligus klarifikasi, Alhamdulillah (halaman 58).

Sebagai pertanggungjawaban, di bagian belakang buku disebutkan dengan detail sumber apa saja yang digunakan dalam penyusunan buku. Tak lupa, di akhir bab, penulis menyisipkan 6 daftar destinasi wisata halal andalan.

Meski buku ini tipis, namun gagasan di dalamnya tertuang dengan berharga. Bagaimana tidak? Buku ini dituliskan oleh pakarnya dan telah bertahun-tahun menggeluti bisnis travelling. Bahkan pernah mendapat penghargaan wisata halal terbaik. Buku ini juga berhasil memaparkan data mendetail tentang minat masyarakat kepada kegiatan jalan-jalan yang cukup tinggi.

Dalam bahasa ringan dan renyah, buku ini menjelaskan bahwa semua orang bisa melakukan bisnis travelling asalkan dengan niat yang kuat.

Namun beberapa typo di dalam buku ini cukup menganggu keasyikan membaca.
Dimana (halaman 22) = Di mana
Dionline (halaman 26) = Di online
Kok bisa?, iya. (halaman 22) = Kok bisa, ya?
Tak hanya itu, penulis terkadang memaparkan hal penting dengan sangat singkat dan terkadang menuturkan dengan melompat-lompat.

Lepas dari kekurangan itu, penulis tetap pandai memberikan tips menarik dan relevan. Sehingga semangat pemula untuk terjun ke wirausaha wisata semakin bergelora. Paparan menjelaskan detail statistik pun tidak berbelit jadi lebih mudah dipahami oleh orang awam (seperti aku, misalnya yang belum pernah terjun ke dunia bisnis wisata). Tak lupa, banyak kutipan memotivasi yang menguatkan tekad membuka usaha.
Kata orang kalau jualan baju maka akan punya baju, jualan besi bau besi, maka begitu pula kalau kamu jualan tour maka cepat atau lambat maka kamu akan menikmati jalan-jalan keliling dunia tanpa perlu keluarkan uang entah dengan jadi tour guide atau menikmati fee hasil penjualan tour (halaman  21)


Pendapat Konsumen:
Sumber: isi buku halaman 38

Sumber: isi buku halaman 40
Sumber: isi buku halaman 41
Salah Satu bentuk Penghargaan:
Sumber: isi buku halaman 50
Salah satu keseruan travelling dengan Cheria:
Sumber: isi buku halaman 59
Dari lima foto di atas tentu saja menggunakan jasa Cheria pasti terpercaya. Bahkan artis lokal dan penduduk luar negeri pun percaya. Selain jasa terpercaya, buku bisnis ini juga bisa menjadi pegangan untuk mulai merintis bisnis wisata.

Tulisan ini diikutkan Lomba Resensi Buku Laris Manis Wisata Halal di link ini
Lomba Resensi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar