Selasa, 07 Februari 2017

[Review] Aku Keren!!

Judul               : Aku Keren!!
Penulis             : Nurhayati Pujiastuti
Penerbit           : Bhuana Ilmu Populer
Cetakan           : Pertama, Juli 2016
Tebal               : 340 halaman
ISBN               : 9786023941841

Blurb
 Keren adalah impian semua orang, khususnya remaja!
Tapi, apa kamu tahu keren itu kayak apa?
Remaja yang keren itu remaja yang tahu apa yang diinginkan:
baik hati, tidak sombong, dan sopan pada orangtua.
Eits, nggak susah kok!! Semua remaja bisa menjadi remaja yang keren asal mau bersabar dan tidak mudah menyerah.
Tertarik?? Yuk, ikuti semua langkah menjadi keren yang ada di dalam buku ini.



Dunia remaja ini dunia yang pasti membuat kamu dihinggapi perasaan aneh. Di samping karena perubahan hormon yang akan membuat kamu tumbuh tinggi, perubahan suara yang juga membesar, otak atau pola pikir pun berubah (hlm 17)

***

Usia remaja yakni direntan 12-18 tahun. Hubungan dengan orangtua pun jadi berbeda. Orangtua cendrung lebih cerewet. Kamu yang remaja tidak lagi mengikuti orangtua layaknya saat anak-anak. Perbedaan ini yang akhirnya sering menjadi jurang.
Menjadi remaja bukanlah hal mudah, tapi juga tidak sulit. Masa transisi ini yang harusnya membuat kamu sebagai remaja melakukan banyak aktifitas positif dan memahami diri sendiri. Tak bisa dipungkiri kalau orangtua sering kali memperlakukanmu cendrung lebih keras. Tapi, bukan berarti kasar, namun karena kamu sebagai remaja perlu pemahaman dan pelajaran baru.

Tubuh kamu terus berkembang, pola pikir dan hormon tumbuh. Tiga hal itu yang harus kamu kuasai. Kamu harus sadar bahwa kamu bukan lagi anak-anak yang bisa terus merengek, ngambek atau minta dimandiin orangtua. Perubahan dalam diri kamu adalah hal wajar. Karena itu sering-seringlah berkomunikasi dengan orangtua. Jika perempuan sudah mengalami menstruasi, berkonsultasilah pada Ibu. Jika lelaki sudah mengalami mimpi basah, berkomunikasilah pada Ayah. Cara-cara itu justru mendekatkan kamu sebagai remaja ke orangtua.

Selain itu, kamu yang remaja juga harus pandai memilih-milih teman. Pilihlah teman yang membawa kamu ke hal positif. Cara mengetahui teman kamu baik atau tidak adalah dengan ajakannya. Jika ajakannya bersifat positif berarti dia teman baik. Seperti mengajak shalat berjamaah, belajar kelompok atau berlatih eskul. Sementara teman yang tidak baik akan mengajakmu ke hal negatif. Seperti, merokok, bermain hingga larut malam, mencuri dan akhirnya kamu jadi malas dan sering melawan orangtua. Di masa remaja seperti sekarang ini, banyak sekali merasa yang memiliki masalah dengan orangtuanya. Masalah yang paling sering muncul adalah membantah orangtua (hlm. 54).

Semua orangtua ingin hal terbaik untuk anaknya. Maka jangan heran jika orangtua kamu lebih menyebalkan dibanding masa kanak-kanak. Selain memilih teman di dunia nyata, kamu juga harus pandai memilih teman dunia maya. Tak terelakkan kalau zaman serba maju ini menuntut untuk selalu up to date. Tak salah jika memiliki gadget, tapi salah ketika menggunakannya untuk hal negatif. Berhati-hatilah memilih teman. Kita sadari bahwa kejahatan dunia maya sering terjadi bahkan meningkat tiap tahunnya.

Buku ini mengupas tentang masalah remaja yang sering terjadi karena perubahan hormon. Bukan hanya itu, ada juga tips dan trik untuk remaja. Pada bab awal, buku ini membahas tentang perubahan perilaku usia remaja secara umum, hingga mendetail ke bab selanjutnya.

Meski buku ini ditujukan untuk remaja, kamu juga bisa membacanya bersama orangtua. Dari cara berpakaian yang sopan, adab mengucapkan terima kasih-tolong-maaf, dan cara elegan menyukai idola (menjadi fans bola, penyanyi atau sejenisnya). Dipaparkan dengan asyik tanpa menggurui, kamu akan menyukai lembar demi lembar halaman.

Kamis, 02 Februari 2017

[Review] Melakukan Travelling dan Menjalani Bisnis Secara Bersamaan




Judul                    : Laris Manis Bisnis Wisata Halal
Penulis                 : Cheriatna
Tebal                    : 80 halaman

“Jangan lakukan hal yang sama untuk dapatkan hasil berbeda,” begitu kata Cheriatna (halaman 27). Ini adalah nasihat dari seorang yang berhasil mewujudkan mimpinya untuk berwirausaha sambil menjelajah dunia kepada pembaca yang memulai usaha travelling. Sejatinya, manusia pasti membutuhkan jalan-jalan dengan berbagai alasan, maka kata Cheriatna sangat disayangkan orang-orang yang memutuskan tidak membuka usaha bisnis wisata.

Saat ini, memiliki bisnis sendiri adalah impian semua orang. Tak heran jika tiap tahunnya selalu saja muncul wirausahawan baru. Namun tentu saja selalu ada risiko antara untung dan rugi. Buku Laris Manis Bisnis Wisata Halal yang dituliskan oleh Cheriatna ini bisa dijadikan pemicu semangat merintis bisnis wisata. Terkenal dengan bisnis wisata halalnya, Cheriatna berbagi pengalamannya.
Berawal dari keinginan naik pesawat sampai terbawa mimpi saat tidur. Cheriatna berhasil berwujudukan hal tersebut dengan belajar dan bekerja dengan tekun. Saat masih bujang tahun 1998, saya diberi kesempatan menimba ilmu dan pengalaman di Jepang selama 8 tahun dalam sebuah program Noogyou Keshuu (halaman 5). Tak berhenti sampai situ, penulis juga melakukan perjalanan ke negeri lain secara gratis.

Penulis bahkan sudah mempertimbangkan usaha yang akan dijalaninya. Terbukti dengan paparan lengkap dari setiap halaman tentang statistik wisata halal yang akan dijalani. Trend wisata memang tidak ada matinya, pernyataan ini didukung dengan  grafik peningkatan travelling tiap tahunnya. Terutama di tahun 2014 bisa mencapai 116 juta dan masih diperkirakan meningkat terus. Bukan hanya berfokus di negara muslim, bahkan di seluruh luar negeri yang mayoritas non muslim.

Bisnis wisata halal ditargetkan untuk orang yang ingin menikmati berbagai jenis destinasi dengan mengutamakan kehalalannya. Dari jenis makanan, minuman, kegiatan sampai memberikan informasi mesjid secara detail. Tak heran, bisnis Cheria Wisata sampai mendapatkan anugerah Wisata Halal 2016.  Paket yang disajikannya pun lebih beragam.

Penulis juga memaparkan empat tips untuk memulai usaha yakni; tekad, pengalaman, perhitungan biaya operasional dan pendapatan yang diinginkan. Empat hal itu ternyata menjadi landasan  penting dan saling berkesinambungan. Kamu cukup punya tekad  yang kuat sebagai modal awal. Modal tekad yang kuat ini akan menjadi sumbu penyemangat saat menemui tantangan di tengah perjalanan bisnis (halaman  22). Ketika dirasa tekad sudah cukup, lanjut ke tahap berikutnya. Setelah itu promosikan.

Promosi bukan hanya di dunia nyata, penulis merekomendasikan untuk mendigitalkan bisnis wisata yang telah kita geluti. Tersadar dari kemajuan teknologi dan era globalisasi maka tak perlu dipertanyakan pentingnya sebuah usaha dengan ranah promosi digital. Saat ini mayoritas pembelian tour adalah lewat online artinya kalau kita tidak melalui online mak siap-siap bisnis kita akan ditinggalkan orang, online ini bisa lewat mesin pencari google atau lewat sosial media (halaman 25). Promosi bisa dilakukan lewat Facebook Ads, menjual aplikasi di google play store, blog dan google adwords.

Tidak ada usaha tanpa kerugian. Kalimat ini ternyata disadari oleh penulis. Di mana dia pernah mengalami kendala tidak tercapai target seperti yang diharapkannya. Alih-alih kecewa, dengan pengalamannya dan belajar pengalaman orang lain, Cheriatna mencari solusi yang lebih elegan, yakni dengan konsorsium market dengan travel lain agar sesuai target. Semua bisa terkendali dan terlaksana untuk kedua pihak. Maka tak heran, artis sekelas Pevita Pearce bahkan menggunakan jasa bisnis ini saat pergi ke Turki.

Sama seperti jenis usaha pada umumnya, penulis juga merasakan komplein layanan. Tentu saja semua konsumen ingin mendapat pelayanan dengan kualitas terbaik. Hal itu disadari dan dipahami penulis sebagai tindakan manusiawi, maka tanggapan pun menjurus ke hal baik dan berjanji akan memberikan kualitas lebih prima. Namun ada masa ketika penulis mendapatkan konsumen yang mengancam, memeras bahkan komplein lewat media sosial. Ganasnya media sosial dan bisa disalahgunakan tentu saja menjadi ancaman tersendiri untuk wirausahawan. Berkat kepala dingin, penulis berhasil memadamkan prasangka dan komplein negatif tersebut. Pernah jasa saya diberikan berita negatif disebuah portal online nasional, jurus saya waktu itu adalah mendatangi kantornya dan meminta hak jawab sekaligus klarifikasi, Alhamdulillah (halaman 58).

Sebagai pertanggungjawaban, di bagian belakang buku disebutkan dengan detail sumber apa saja yang digunakan dalam penyusunan buku. Tak lupa, di akhir bab, penulis menyisipkan 6 daftar destinasi wisata halal andalan.

Meski buku ini tipis, namun gagasan di dalamnya tertuang dengan berharga. Bagaimana tidak? Buku ini dituliskan oleh pakarnya dan telah bertahun-tahun menggeluti bisnis travelling. Bahkan pernah mendapat penghargaan wisata halal terbaik. Buku ini juga berhasil memaparkan data mendetail tentang minat masyarakat kepada kegiatan jalan-jalan yang cukup tinggi.

Dalam bahasa ringan dan renyah, buku ini menjelaskan bahwa semua orang bisa melakukan bisnis travelling asalkan dengan niat yang kuat.

Namun beberapa typo di dalam buku ini cukup menganggu keasyikan membaca.
Dimana (halaman 22) = Di mana
Dionline (halaman 26) = Di online
Kok bisa?, iya. (halaman 22) = Kok bisa, ya?
Tak hanya itu, penulis terkadang memaparkan hal penting dengan sangat singkat dan terkadang menuturkan dengan melompat-lompat.

Lepas dari kekurangan itu, penulis tetap pandai memberikan tips menarik dan relevan. Sehingga semangat pemula untuk terjun ke wirausaha wisata semakin bergelora. Paparan menjelaskan detail statistik pun tidak berbelit jadi lebih mudah dipahami oleh orang awam (seperti aku, misalnya yang belum pernah terjun ke dunia bisnis wisata). Tak lupa, banyak kutipan memotivasi yang menguatkan tekad membuka usaha.
Kata orang kalau jualan baju maka akan punya baju, jualan besi bau besi, maka begitu pula kalau kamu jualan tour maka cepat atau lambat maka kamu akan menikmati jalan-jalan keliling dunia tanpa perlu keluarkan uang entah dengan jadi tour guide atau menikmati fee hasil penjualan tour (halaman  21)


Pendapat Konsumen:
Sumber: isi buku halaman 38

Sumber: isi buku halaman 40
Sumber: isi buku halaman 41
Salah Satu bentuk Penghargaan:
Sumber: isi buku halaman 50
Salah satu keseruan travelling dengan Cheria:
Sumber: isi buku halaman 59
Dari lima foto di atas tentu saja menggunakan jasa Cheria pasti terpercaya. Bahkan artis lokal dan penduduk luar negeri pun percaya. Selain jasa terpercaya, buku bisnis ini juga bisa menjadi pegangan untuk mulai merintis bisnis wisata.

Tulisan ini diikutkan Lomba Resensi Buku Laris Manis Wisata Halal di link ini
Lomba Resensi

Selasa, 31 Januari 2017

Kiat Menjadi Remaja Sehat

sumber foto: arywan.net


Usia remaja adalah usia paling produktif dalam jangka hidup manusia. Bagaimana tidak? Aktifitas bertambah serta porsi makan meningkat. Tentu dari dua hal tersebut perlu kesinambungan agar seimbang dan menyebabkan remaja sehat. Alih-alih, tidak seimbang dan sakit.  Bukan hanya aktifitas, makan atau olahraga, tapi remaja juga perlu bertindak/bergerak setiap harinya. Pernyataan ini didukung oleh pernyataan Kaltenborn yang ditulis dalam buku karya Dale Carnegie berjudul How To Enjoy Your Life and Your Job.

"Ya, doronglah dirimu setiap pagi. Kita banyak bicara tentang pentingnya olahraga. Tetapi yang lebih kita perlukan adalah oleh jiwa setiap pagi agar kita giat bertindak. Doronglah dirimu sendiri setiap hari.” (hlm 45). Kalimat Kaltenborn ini adalah nasihat untuk anak muda Amerika.

Dari konsep itu, aku yang termasuk remaja dengan aktifitas sebagai berikut:
1. Masih kuliah di Depok, pulang-pergi naik kereta ke Cipinang.
2. Kerja di salah satu Perusahaan Swasta sepulang dari kuliah, pulang bisa naik TransJakarta.
3. Sabtu dan Minggu mengajar futsal putri, marching band/drum band, pramuka dan eskul di sekolah dasar, pulang-pergi bisa angkot.

Tentu saja butuh tenaga ekstra. Manusia semua mempunyai waktu 24 jam, jadi urusan waktu yang tidak ada tentu alasan yang harus disingkirkan oleh remaja manapun.

Tidak mudah memang bagi aku untuk membagi waktu, terutama saat jelang UTS. Jadi, mengajar eskul bisa di mundur menjadi hari Minggu atau aku yang izin tidak hadir adalah pilihan baik. Lalu, Perusahaan Swasta (yang tidak bisa aku sebut namanya) berbaik hati memberi kelonggaran waktu asal dengan alasan dan bukti yang jelas.

Lantas bagaimana menjalani hidup sehat versi aku?


1. Rajin minum susu putih ukuran 250mL plain
Ini penting sekali karena aku kan menggunakan fasilitas umum tentu ada konsekuensi berdiri.  Aku sering menggerutu pegel, capek dan lelah. Nah, solusinya adalah minum susu. Aku suka mengonsumsi susu rasa putih-tinggi kalsium karena kandungan lemaknya rendah. Lagipula, karena aku perempuan juga pasti mengalami siklus menstruasi. Yang secara biologis, kehilangan zink dari darah yang keluar.



2. Istirahat Cukup
Aku membutuhkan waktu 7 jam untuk tidur. Istirahat sangatlah dibutuhkan untuk regenerasi kulit meproduksi kembali susunan kulit yang rusak karena polusi sehingga bisa diperbaiki. Aku juga menghindari sakit kepala, alih-alih meminum aspirin.

3. Olahraga
Pulang kuliah atau kerja kalau kurang dari jam 20:30, aku pasti langsung ke tempat gym T*l**ta daerah Cipinang juga. Ini ada bagian perempuan dan laki. Biasanya perempuan juga boleh olahraga ala gym gitu kok. Dan ini kulakukan supaya badan fit dan organ tubuh bagian dalam juga sehat.

4. Tidak Meminum Suplemen Namun Menggantinya Dengan Buah
Hmm… menurutku pribadi, aku menghindari obat-obatan baik kayak whey protein, creatine, suplemen vitamin c, b, a atau e. Bukan karena efek samping, tapi menghindari beratnya kerja ginjal. Lagipula, aku juga sering makan pedes jadi dari asam lambung naik, lebih baik aku mencari alternatif lain. (note: obat-obatan suplemen dilarang dikonsumsi jika memakan makanan pedas pula, karena asam lambung hasil dari dua hal itu membuat meningkat. Hasilnya akan perih hingga kram perut bagian tengah.) Dan aku mengantinya dengan makan buah-buahan. Tapi, yang sering kukonsumsi itu tomat mentah dan jambu monyet, selain praktis juga mudah dibeli di swalayan dan pasar.

5. Memakan Sayur Hijau
Hijau-hijauan baik bagi pencernaan. Ini penting sekali. Karena, manusia minimal dalam sehari harus membuang hasil sari makanan atau disebut feses demi menghindari keracunan. Aku juga menerapkan pola tersebut dan seharusnya remaja memakan sayur karena memperbaiki jutaan sel di kulit.

6.  Berpikir Positif
Tidak mudah bagi remaja berpikir positif ditengah panasnya politik, kehidupan pelik atau lainnya baik secara internal atau eksternal. Nah, bagiku penting sekali harus mikir positif meski kadang ada prasangka yang terselip. Kalau tiap harinya aku bisa berpikir positif, minimal aku mengurangi sakit kepala atau stress memikirkan hal tak penting. Otomatis badan, otak dan jiwa juga sehat.

7. Makan Tapi Tidak Main Handphone
Menurut Abednego S. Santoso seorang coach gym dan menelurkan buku berjudul Diet Fleksibel Permanent Weight Loss Solution. Dalam buku ini dipaparkan akibat dari kegemukan adalah makan sambil main handphone. Nah, aku setuju banget. Semua perempuan remaja butuh yang namanya mengetahui perkembangan trend atau isu yang sedang dibicarakan. Enggak salah menurutku, ini menambah wawasan. Tapi, kesalahannya adalah memainkan handphone sambil makan. Akibatnya proses makan ini tidak berkualitas dan cendurung mudah kenyang. Dalam artian, porsi sedikit dan tidak bergizi. Distraksi macam ini yang aku hindari. Aku menghindari kegemukan dengan cara ini.

8. Makan Dengan Porsi Cukup
Dari banyak buku, semua orang juga tahu porsi remaja, anak, dewasa atau balita memiliki perbedaan jumlah kalori. Aku juga menerapkan makan dengan porsi cukup. Sepiring penuh karena aktifitas numpuk dan mengharuskan bolak-balik, karena kebutuhan energi. Tidak sepiring penuh jika aku cuma tidur-tiduran atau santai-santai di rumah. Supaya karbohidrat bisa diolah baik di perut.

Itulah 8 hal kiat menjadi remaja sehat dan berkualitas. Karena perempuan, cantik dari luar saja tidak cukup. Tapi, juga harus pandai mengurus diri sendiri, dimulai dengan merawat tubuh dan mengatur keseimbangan gizi sendiri. Tidak ada salahnya kalau suka ngemil, asalkan dalam batas kewajaran. Tidak ada salahnya kalau banyak tidur, asalkan diseimbangi dengan aktifitas lain. Karena, sifat-sifat itu adalah alamiah dan sangat manusia. Alih-alih, menjadi tertekan karena goal sendiri.





Giveaway Awal Tahun: di link ini



Selasa, 17 Januari 2017

The Day You Died


Judul                : The Day You Died
Penulis             : Jack Lance
Penerbit            : Bhuana Ilmu Populer
Cetakan            : Kedua, Desember 2016
ISBN                : 978-602-249-765-3


Blurb
Hidup Jason Evans tak ubahnya berlayar di laut teduh. Tak ada kata yang mampu menggambarkan kehidupannya selain sempurna! Ia hidup bahagia bersama istri yang sangat mencintainya, memiliki karier gemilang, dan dikelilingi banyak sahabat baik. Kebahagiaannya tak terusik, hingga seorang tak dikenal mengiriminya sebuah foto aneh—foto batu nisan—dengan pesan mengejutkan di baliknya: Kau sudah mati.Jason yakin foto itu hanya ulah jail seseorang, tetapi kemudian ia menerima foto kedua. Kali ini dengan pesan yang lebih membingungkan: Kau mungkin merasa hidup, tapi sesungguhnya kau tidak ada di dunia ini....Jason mulai merasa nyawanya terancam. Pencarian akan batu nisan yang tertera di foto menjadi obsesinya: Batu nisan yang mungkin saja adalah penanda makamnya sendiri. Ia pun menemukan bahwa hidup tak seperti yang selalu ia yakini selama ini.Kemudian, foto ketiga datang dengan pesan: 18 Agustus, hari kematianmu.


***
Amplop tersebut berisi foto polaroid. Kiraman semacam itu tidaklah mengejutkan. Tapi gambar pada foto tersebut layak diperhatikan: sebuah gerbang besi tinggi berkarat, dengan pohon oak di kedua sisinya, serta di belakangnya, dengan pohon oak di kedua sisinya, serta dibelakangnya, sebuah nisan menjorok miring dari tanah (hlm. 15).
***

Jason Evans dipusingkan dengan kerjaan kantor untuk mencari rencana kampanye iklan mobil bekas milik Tommy Jones. Namun alih-alih mencari ide, tanpa sengaja mata Jason melihat amplop, berisi foto polaroid. Yang mengejutkan adalah, pesan singkat di balik foto. Kau Sudah Mati (hlm 15). Menuruti rasa penasaran, Jason mencari George yang bertugas mengantar surat di setiap bilik kantor. Tapi, jawaban George tak memuaskan rasa penasaran Jason. “Saya tidak mengerti kenapa ini terjadi, Tuan Evans. Saya berani bersumpah saya telah mengosongkan baki surat saya. Dan kemudian, ketika saya meliriknya setengah jam lalu, di luar kebiasaan saya, amplop Anda ada di sana.” (hlm 19)
Merasa surat itu lelucon, Jason melanjutkan hari-harinya seperti biasa. Mengobrol dengan istrinya, Kayla dan menjalani rutinitas kantoran. Lagi-lagi, Jason di usik oleh surat kedua yang dia temukan di rumahnya. Kali ini Jason tidak menganggapnya main-main, karena surat tersebut berisi ancaman. Foto yang pertama hanya membuatnya bingung, tapi dengan adanya foto kedua, segalanya berubah serius; serius dan menakutkan (hlm 45).

Dan ancaman itu semakin lama semakin serius. Seseorang berusaha mencelakai Jason dan Kayla. Lalu, surat ketiga sebagai bentuk ancaman lain. Makam yang bertulis satu huruf dengan latar pemakaman serta pesan terakhir yang membuat Jason segera mencari tahu. Awalnya hanya berusaha meninjau foto dengan bantuan Lou tapi lama-kelamaan mencari tahu di mana letak makam itu.

Rahasia yang ingin disimpan sendiri akhirnya ketahuan oleh Kayla. Awalnya Kayla marah karena memiliki masa lalu buruk dengan pemakaman, berkat upaya Jason meyakinkan istrinya, akhirnya Kayla mau membantu Jason mencari makam misterius tersebut.

Namun sebelum Jason mengajak Kayla untuk mencari letak makam, dia menyusun nama orang yang mungkin membencinya. Lalu, mulai membuat daftar kariernya yang bisa memberikan pencerahan. Namun tidak memberikan hasil apa-apa.


Kayla yang resah menyarankan Jason untuk datang bersama ke Mark, ahli terapis. Upaya Mark ternyata mampu membantu Jason mendapatkan petunjuk-petunjuk. Petunjuk itu yang membantu Jason mencari letak makam tersebut. Semakin Jason mencari petunjuk semakin banyak yang dipertaruhkannya. Hingga membuat keributan bersama Kayla. Akhirnya, Jason sadar bahwa apa pun yang dilakukannya akan mengancam nyawa Kayla. Pertengkaran itu adalah perpisahan mereka (hlm 421).

Novel setebal 464 halaman ini membuat pembaca disuguhkan plot twist. Tidak tertebak hingga akhirnya beberapa bab akhir mengungkap siapa yang meneror Jason selama ini. Latar yang digambarkan pun bisa dibayangkan. Tokohnya terus berkembang dan membuat pembaca larut dalam jalinan cerita. Kecuali, gangguan ketebalan huruf. Entah kenapa, dalam beberapa halaman buku ada yang dicetak tebal dan dicetak tipis. Padahal tiap kalimat tidak menunjukkan hal apa pun. Mungkin juga ini hanya ada di buku milikku.

Lepas dari kekurangan tersebut, jika sudah membaca karya Jack Lance pasti setuju bahwa setiap ceritanya mencekam dan selalu memiliki latar belakang mengesankan. Ceritanya pun mengalir sehingga aku sebagai pembaca bisa membangun relasi dengan para tokoh.

Sebagai novel Jack Lance lainnya, penulis selalu menyuguhkan pesan tersirat. Bahwa manusia harus mampu saling memaafkan, jujur dan terbuka. Menerima setiap kelamnya masa lalu dengan ikhlas meski awalnya menyakitkan. Pada saat yang sama, dia memikirkan ibunya. Dia sudah tahu tentang masa lalunya yang penuh gejolak, tapi selama bertahun-tahun dia tak pernah meragukan ketulusannya dan betapa dia telah menjadi orang lain, orang yang lebih baik (hlm 398).

Senin, 16 Januari 2017

Dark Memory


Judul                : Dark Memory
Penulis             : Jack Lance
Penerbit           : Bhuana Ilmu Populer
Cetakan           : Pertama, 2016
ISBN               : 978-602-394-368-5

Blurb
"Monster itu merentangkan sayapnya. Mengangkat tubuhnya dan terbang. Ia menjadi mangsa makhluk itu; ia diambil oleh kekuatan gelap. Semakin tinggi, semakin tinggi lagi ia berada di langit gelap. Ia mengira monster itu akan membawanya keluar dunia dan masuk ke dalam tempat persembunyiannya, ke dalam sarangnya, di mana tulang-tulangnya akan membusuk di antara sisa-sisa mangsa lainnya.
Sebuah novel karya Jack Lance, penulis novel thriller bestseller
asal Belanda ini, akan membuat Anda tak bisa melepaskan diri dari
lembaran-lembaran yang mencekam, dan akan memaksa Anda untuk
menyelesaikan sampai akhir!"



***

Monster itu merentangkan sayapnya. Mengangkat tubuhnya dan terbang. Ia mejadi mangsa makhluk itu; ia diambil oleh kekuatan gelap. Semakin tinggi, semakin tinggi lagi ia berada di langit gelap. Ia mengira monster itu akan membawanya keluar dunia dan masuk ke dalam tempat persembunyiannya, ke dalam sarangnya, di mana tulang-tulangnya akan membusuk di antar sisa-sisa mangsa lainnya (Hlm 197-198).

***

Seakan hidupnya baru dimulai hari ini, dan segala yang ada sebelum hari ini adalah mimpi buruk. Terkadang kenyataan dan mimpi sulit sekali untuk dibedakan (hlm. 85)


Jonathan Lauder kembali bertemu Rachel Saunders setelah kekasihnya tersebut lama menghilang. Fakta yang menyedihkan adalah Rachel kehilangan sebagian ingatannya sehingga tidak bisa menjelaskan ke mana saja selama ini. Namun, Jonathan tetap berterima kasih kepada pasangan suami istri Stephen dan Ellen Mackenzie yang telah membantu mengurus Rachel, meski sebelumnya 
Stephen hampir saja menabrak Rachel yang luntang lantung di jalan.

Di lain sisi, Rachel sendiri mulai merasa bingung karena tidak mampu mengingat beberapa hal. Bahkan dia sampai kaget ketika Jonathan menceritakan alasan dia berada di Skotlandia karena menghadiri pemakaman sahabatnya, Jenny Dougal. Ia baru saja diberi tahu bahwa sahabatnya sudah meninggal dan sudah dimakamkan, dan bahwa ia hadir pada acara pemakamannya dan menyampaikan pidato dan sekarang ia tidak bisa mengingat apa pun tentang itu semua (hlm 67).

Namun ingatan dalam kepala Rachel mengatakan sebaliknya. Bahwa Jenny masih hidup dan menunggu untuk diselamatkan. Rachel berusaha meyakinkan hal tersebut ke Jonathan. Petualangan mereka dimulai. Membongkar ingatan-ingatan Rachel lebih dalam sebelum Jenny meninggal.

Mengantarkan mereka ke dalam banyak daftar nama. Lester Cumming, pacar Jenny yang agak brutal. Sehingga Rachel selalu mencegah Jenny berhubungan dengannya. Lorene, pemilik penginapan The Old Wheel, yang seharusnya menjadi tempat penginapan Rachel. Grace Dougal, orangtua Jenny. Frances Deckers, orangtua dari kasus anak hilang yang sedang Jenny urus. John Collins, narasumber yang pernah Jenny wawancarai.

Baca juga: Review The Day You Died-Jack Lance

Semua memiliki informasi yang dibutuhkan Rachel dan Jonathan. Namun alih-alih menemukan Jenny, Rachel akhirnya ikut hilang setelah menginap di Ardrough House. Jonathan meyakini bahwa Rachel diculik oleh sesuatu karena pintu rusak. Demi menemukan kekasihnya kembali, Jonathan meminta bantuan Stephen Mackenzie. Namun, sesuatu yang jahat menunggu mereka, membahayakan Rachel pula. Hingga akhirnya Jonathan sadar, Rachel dan Jenny memiliki rahasia. Itu berarti Rachel dan Jen ternyata saling menyimpan rahasia antara satu sama lain (Hlm 281).

Membaca novel ini membuat aku merasakan gejolak dan getar ketakutan seperti Rachel. Ikut berdebar pula ketika memasuki tahap pencarian, ketika Rachel menganggap Jenny masih hidup. Di buku ini, Jonathan yang sering menggiring pembaca mengenal masa lalu Rachel. Sehingga apa pun yang terjadi sebelum Rachel hilang ingatan, pembaca tetap bisa mengerti alur ceritanya.

Menguak informasi mengerikan tentang masa lalu. Sudut pandang pun berubah-ubah oleh beberapa orang. Namun, sudut pandang Rachel dan Jonathan mendominasi hingga terbentuk cerita utuh. Alur yang maju-mundur membuat pembaca mengenal tiap tokoh lebih dalam. Kecuali, untuk plot yang lebih mudah ditebak dan beberapa typo yang sedikit menganggu.

Namun lepas dari kekurangannya, buku ini dipaparkan dengan gaya bahasa yang renyah. Penulis berhasil memikat pembaca dengan ide cerita luar biasa. Suasana menegangkan, penuh misteri dan mendebarkan berhasil dirajut oleh penulis.

Sebagaimana khas karya Jack Lance, novel ini juga menyuguhkan alur cepat dan penggambaran adegan detail sehingga bisa dibayangkan. Kakinya mematahkan ranting-ranting pohon lagi, dan ia mengutuki dirinya sendiri karena membuat begitu banyak suara. Tetes hujan menusuk matanya (hlm 286).

Beberapa pembelajaran yang bisa dipetik setelah membaca novel ini adalah, penulis mengingatkan pembaca tentang masalah berdamai dengan masa lalu yang buruk dan berani meraih hari. Di mana batas antara mimpi dan kenyataan?  Tanpa disadari, batas itu sudah kaulewati. Kau meninggalkan dunia lain dibelakangmu. Kau menjadi sadar akan sekelilingmu dan dirimu sendiri. Kau adalah matahari yang menepis kegelapan (hlm. 338).